BUDAYA: KOMODITAS DAN PARIWISATA
SUKU SAKAI DI PROVINSI RIAU
Pariwisata merupakan suatu perjalanan yang dilakukan seseorang untuk sementara waktu yang diselenggarakan dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan meninggalkan tempat semula dan dengan suatu perencanaan atau bukan maksud untuk mencari nafkah di tempat yang dikunjunginya, tetapi semata mata untuk menikmati kegiataan pertamasyaan atau rekreasi untuk memenuhi keinginan yang beraneka ragam.
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama dan sebuah oleh sekelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur dan rumit, termaksud system agama dan politik , adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga dalam budaya, bagian tak terpisah dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha dalam berkomunikasi dengan orang orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Orang Sakai merupakan sekumpulan masyarakat yang terasing dan hidup masih secara tradisional dan nomaden pada suatu kawasan di pulau sumatera, Indonesia Tepatnya diprovinsi Riau. Diprovinsi riau ada sepuluh kabupaten, Salah satunya adalah kabupaten Bengkalis, oraang sakai hidup di Kab.Bengkalis. Sedangkan orang sakai terbanyak adalah yang berada diwilayah kecamatan Mandau. Tempat tinggalnya orang sakai pada umumnya terletak di tepi-tepi mata air dan rawa-rawa. Melalui jalan sungai atau jalan darat, yaitu dengan jalan kaki atau merambah hutan, tempat tinggal mereka dapat dicapai Sehingga tidak tidak sepenuhnya orang sakai terasing dari masyarakat luas Riau. Karena lingkungan hidup mereka jauh dari pantai, maka lingkungan hidup mereka adalah rawa-rawa, atau daerah berpaya-paya, berhutan serta bersungai.
Sistem kekerabatan bagi suku sakai adalah refrensi atau kerangka acuan yang penting dalam menentukan dengan siapa seseorang ego atau saya dapat berhubungan dan bekerja sama dalam berbagai bidang kehidupan sosial, ekonomi, dan keluarga. Kekerabatan mereka terbentuk karena ketetanggaan lading, satuan permukiman.
Menurut orang sakai, setiap orang boleh kawin dengan siapa saja kecuali dengan orang yang digolongkan dengan keluarganya. Orang yang digolongkan dengan anggota adalah ibu, ibu angkat, ibu tiri, bapak, bapak angkat, bapak tiri, saudara sekandung, anak, dan saudara sepupu menurut garis paralel.
Suku Sakai termasuk keturunan Minangkabau yang sudah ada sejak abad ke 14 lalu. Mereka hidup berimigrasi ke tepi sungai Gasib, pedalaman Riau. Masyaringat suku ini hidup dengan mengandalkan alam sekitar dan beberapa diantaranya sudah ada yang hidup dengan cara bertani dan berladang. Namun dengan pembangunan yang semakin meningkat, hutan yang tempat mereka tinggal lambat laun berubah menjadi Industri dan Usaha. Banyak di antara mereka yang mulai kehilangan tempat hidup. Karena hidupnya yang nomaden menyusuri hutan, suku sakai menjadi salah satu suku terasing di Indonesia. Bahkan sampai saat ini belum diketahui pasti jumlah pasti dari masyarakat suku ini. Karena adanya perkembangan pembangunan itu ruang gerak suku sakai semakin terbatas dan terancam punah.
Sebenarnya suku sakai sendiri dijuluki sebagai penjaga hutan karena hidupnya yang selalu berusaha menjaga ekosistem alam supaya tetap seimbang. Kini untuk melihat suku sakai yang benar-benar menganut pada alam sudah sangat sulit untuk ditemukan. Banyak dari mereka yang kemudian menyebar di beberapa daaerah seperti jambi dan ada di antara mereka yang sudah mulai berbaur dengan masyarakat lain. Karena jumlah hutan yang semakin berkurang kehidupan pola hidup masyarakat suku sakai pun juga lambat laun akan semakin terancam.
Komoditas adalah suatu benda nyata yang relatif mudah diperdaganggakan, dapat diserahkan secara fisik, dapat disimpan untuk suatu jangka waktu tertentu dan dapat dipertukarkan dengan produk lainnya dengan jenis yang sama, yang biasanya dapat dibeli atau dijual oleh investor melalui bursa berjangka.
Pariwisata adalah suatu komoditas yang bahan dasarnya adalah kekayaan sumber daya alam dan kebudayaan di suatu negara. Oleh karena itu tidak mengherankan jika ada negara yang mengandalkan sector ini terutama pendapatan negara.Hampir semua negara di Eropa memanfaatkan peninggalan masa lampau untik menarik wisatawan dinegara mereka.
Dari sini jelas bahwa pariwisata adalah komoditas ekspor yyang bertujuan mendatangkan valuta asing yang dibutuhkan sebuah negara untuk memperlancar perdagangan luar negeri. Faktor pelyanan menjadi sangat penting, pelayanan yang dimaksud disini jangan kita artikan secara sempit, yaitu pelayan di hotel atu rumah makan, namun menyangkut keseluruhan proses pelayanan sejak wisatawan datang berkunjung kesuatu negara atau daerah. Hal ini menyangkut pelayanan pemerintah, pengusaha dan masyarakat. Hampir semua negara yang telah berhasilmendatangkan banyak wisatawan adalah negara yang menjamin kenyamanan para tamu karena pelanyanan yang terintegrasi baik.
Indonesia seharusnya dapat menjadi suatu negara yang menarik wisatawan sebanyak mungkin. Kekayaan sumberdaya alam melimpah dan budaya sangat bervariasi, namun belum dilihat sebagai potensi pariwisata . Sejauh ini kita terlalu terpukau dengan destinasi pariwisata konvensional dengan tujuan seperti Bali dan Yogyakartadan melupakan bahwa masih ada potensi lain yang tidak kalah menariknya. Banyak potensi wisata di Indonesia bagian timur yang sebenarnya tidak kalah dengan Bali namun tidak bisa berkembang karena terkendala infrastruktur, seperti pelabuhan udara, pelabuhan laut, dan transportasi darat. Memang ada masalah kualitas sumberdaya manusia diwilayah-wilayahtapi masih bisa diatasi dengan pelatihan yang intensif.
DAFTAR PUSTAKA
http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=175886
http://gudangpengertian.blogspot.com/2014/11/pengertian-budaya-secara-umum-dan.html?m=1
http://id.m.wikipedia.org/wiki/orang_sakai
http://wartasejarah.blogspot.com/2015/06/kebudayaan-suku-sakai-di-kecamatan.html?m=1
http://nulis.babe.news/baca/04e632/suku-sakai-riau-suku-pedalaman-indonesia-yang-sungguh-terasingkan/
http://id.m.wikipedia.org/wiki/komoditas
http://www.google.co.id/search?safe=strict&client=ucweb-b-bookmark&q=pariwisata+bagi+masyarakat+lokal&oq=pariwisata+bagi+masya&aqs=mobile-gws-lite.0.015.3
http://www.researchgate.net/scientific-contributions/2118270027_soedarso_soedarso
http://www.idntimes.com/new/indonesia/maulina_siregar/indonesia-bagian-timur