Senin, 19 November 2018

REVIEW BUKU JELAJAH RUSIA dengan TRANS SIBERIA



Judul: Jelajah Rusia dengan Trans Siberia
Penulis Buku: Kurniawati Setianingrum
ISBN: 978-602-455-169-8
Penyunting: Maryina Aryani
Desain Sampul: Dea Elysia Kristianto
Penata letak: Astrid Arastazia
Tahun Penerbitan: 2017
Tebal: 361 halaman

Diterbitkan pertama kali oleh
Penenerbit Bhuana Ilmu Populer
Kelompok Gramedia
No. Anggota IKAPI: 246/DKI/04


    Kurniawati Setyaningrum, biasa di panggil Nia. Kelahiran Wonosobo, Jawa Tengah yang hobi jalan-jalan. Sang penulis ingin berbagai pengalaman menjelajahi Rusia, dari Vladivostok sampai Moskow, lalu lanjut lagi ke Saint Petersburg dengan naik kereta yang melewati jalur Trans Siberia, dari awal April sampai awal Mei 2016.
       Ini merupakan perjalanan kedua Nia melewati jalur Trans Siberia. Perjalanan pertama, Nia lakukan pada 2012 dari Beijing (Tiongkok) sampai Moskow (Rusia).
Perlu Teman-teman ketahui, buku ini bukanlah panduan karena penulis hanya ingin berbagi cerita sepeti apa rasanya melakukan pejalanan Trans Siberia. 
Penulis juga menuliskaPSiberia
RG7hal-hal yang harus di persiapkan sebelum memulai perjalanan. Buku ini memberikan informasi terbaru dan perubahan-perubahan yang terjadi seiring berjalannya waktu.
        Penulis tidak bisa bilang kalau Rusia itu aman, tapi juga tidak mengerikan. Menjelejah Rusia, Khususnya kota-kota kecil di Siberia, harus lebuh hati-hati karena jarang ada orang yang bisa bahasa inggris. Selain itu karakter orang-orangnya lebih dingin dan lebih cuek di bandingkan penduduk Rusia di kota besar, seperti Moskow dan Saint Petersburg. Jadi, kalau kita punya masalah akan lebih sulit untuk mendapatkan pertolongan. Saran Penulis, jangan keluyuran malam-malam dan hindari tempat-tempat yang tidak aman agar terhindar dari masalah.
Penulis juga memberikan petunjuk Bagaimana cara berkomunikasi dengan penduduk setempat. Penulis menyarankan untuk mempelajari sedikit bahasa Rusia dan berlatih membaca huruf Cyrilic. Selain itu, bawalah catatan kecil yang berisi kata dan kalimat penting. Serta manfaatkan layanan Google Translate dan apps atau website alih bahasa lainnya.
    Sebenarnya Google Translate sangat membantu, tapi sampai saat ini belum ada mobile internet provider yang mencakup seluruh wilayah Rusia. Internet di perkotaan dan pedesaan bagus, tapi diluar itu sinyal seluler pun jarang. Jadi, jangan berharap bisa connect ke internet saat kereta melewati hutan dan padang rumput.
Dengan persiapan yang matang, menghindari tempat tidak aman, dan selalu menjaga kesehatan, niscaya perjalanan Trans Siberia bisa dilakukan lancer dan aman. Penulis pun berharap, setelah membaca cerita ini, mimpi saya dan teman-teman untuk naik kereta lewat jalur Trans Siberia akan terwujud. Amiiiin……
YUUUUUUK NAIK KERETA API...TUT…TUT…TUT…

Sejarah Rusia
   Rusia adalah negara dengan wilayah terluas di dunia. Luas daratannya lebih dari 17 km2. Negara ini terletak di bagian utara Eurasia dan berbatasan darat dengan Tiongkok, Mongolia, Korea Utara, Kazakhstan, Georgia, dan Azerbaijan di selatan. Di barat daya berbatasaan dengan Ukraini; di sebelah barat berbatasan dengan Belarusia, Latvia, Estonia dan Finlandia; dan dengan Norwegia di bagian laut. Rusia juga memiliki sebuah wilayah yang terpisah dari dataran rusia dan dikelilingi oleh negara-negara lain atau istilahnya dalah yang berbatasan dengan Lithuania di utara dan barat; serta polandia di selatan.
   Perubahan system pemerintahan Rusia melewati sejarah panjang hingga menjadi yang dikenal saat ini. Salah satu toko Rusia yang terkenal adalah Ivan The Trible, yang mengangkat dirinya sendiri sebagai Tsar atau Kaisar Pertama Rusia pada 1517. Pada 1613-1917, Rusia dikuasai oleh Dinasti Romanov dan mencapai kejayaan di bawah pemerintah Peter The Great (1762-1796). Pada februari 1917, terjadi revolusi yang berhasil mengulingkan Dinasti Remanov dan terbentuk Republik Rusia. Pada Oktober di tahun yang sama, terjadi lagi revolusi yang dipimpin oleh Vladimir Lenin, yang mengubah Rusia menjadi negara sosialis. Pada 30 Desember 1922, terbentuklah Uni Soviet dan bertahan selama 69 tahun di bawah kepemimpinan Vladimir Lenin, Joseph Stalin, Nikita Khruschev, dan Mikhail Gorbachev. Pada 19191, Uni Soviet runtuh dan berganti menjadi Federasi Rusia.
   Bahasa resmi yang digunakan adalah bahasa Rusia. Selain itu ada banyak bahasa-bahasa lokal seperti : bahasa Buryat (Wilayah Buryati) dan bahasa Tartar (wilayah Tartarstan). Kota-kota yang termasuk di wilayah Buryatia adalah Ulan-Ude dan Chita. Kedua kota itu dilewati oleh jalur Trans Siberia. Salah satu kota yang termasuk wilayah Tartarstan dan menarik untuk di kunjungi adalah Kazan. Kazan tidak termasuk dalam rute Trans Siberia, tapi mudah diakses dengan kereta api dari kota-kota besar lainnya di Rusia. Sebelum pemerintahan Rusia dikuasai oleh partai komunis, mayoritas penduduk Rusia beragama Orthodoks Rusia. Gereja-gereja Orthodoks tersebar di seluruh penjuru Rusia, termasuk kota-kota yang dilewati jalur Trans Siberia. Selain Orthodoks Rusia, agama yang juga banyak pengikutnya adalah Kristen Protestan, Katolik, Islam, Buddha, dan Yahudi. Mata Uang Rusia adalah Ruble (RUB/py6), 1RUB=Rp225,00.

Sekilas Tentang Jalur Trans Siberia
    Jalur Trans Siberia atau Trans Siberian Railway adalah rangkaian rel kereta api yang membentang dari Moskow sampai Vladivostok di Rusia Timur jauh (Russian Far East). Jalur ini menjadi istimewa karena merupakan salah satu jalur kereta api terpanjang di dunia (panjangnya 9.289 km). Selain itu, jalur ini membentang di tujuh zona waktu. Perlu waktu hingga enam hari  untuk melakukan perjalanan langsung dari Moskow ke Vladiovstok. Begitu juga sebaliknya. Pembangunan jalur kereta api ini dimulai dengan dikeluarkannya dekrit oleh pemerintah Rusia pada awal 1891. Saat itu, Rusia masih dipimpin oleh Tsar  Alexander III. Jalur ini berhasil diselesaikan pada 1916.  Jalur Trans Siberia adalah nama rangkain jalur rel kereta api, bukan nama kereta api.  Ada banyak sekali kereta api yang melintas jalur ini, baik yang hanya melanyani rute dari kota-kota tertentu saja maupun yang melayani rute Moskow-Vladivostok, dan sebaliknya. Salah satu kereta api yang melanyani rute ini dan yang namanya melegenda adalah Rossiya.
   Jalur Trans Siberia juga terhubung dengan dua jalur lain,  yaitu jalur Trans Manchuria dan Trans Mongolia. Jalur Trans Manchuria menghubungkan Moskow dengan Beijing via Man Zhou Li (Manchuria).  Trans Mongolia menghubungan Moskow dengan Beijing via Ulan Bataar, Mongolia.

Waktu
   Rusia adalah negara dengan empat musim, yaitu: Musim semi, panas, gugur, dan dingin. Negara ini sangat luas, yang tiap wilayahnya memiliki topografi yang berbeda-beda. Perbedaan inilah yang mempengaruhi cuaca dan suhu udaranya. Berikut pembagian musim di Rusia secara garis besar.

MUSIM SEMI (MARET-APRIL)
     Keuntungan melakukan perjalanan Trans Siberia di musim semi adalah suhu udara yang tidak sedingin ketika musim dingin. Kalau ingin merasakan salju, tidak ada salahnya untuk pergi saat musim ini karena terkadang salju masih turun.
MUSIM PANAS (MEI-AGUSTUS)
           Ini adalah musim Turis di Rusia. Tiket kereta cepat sekali terjual habis. Jika ingin melakukan perjalanan Trans Siberia di musim ini, sebaiknya siapkan jadwal yang pasti. Selain itu, pesan tiket kereta api dan akomodasi jauh hari sebelum keberangkatan.
MUSIM GUGUR (SEPTEMBER-OKTOBER)
   Salah satu musim favorit saya untuk jalan-jalan ke negara dengan empat musim karena pemandangan jadi lebih indah dengan dedaunan yang berwarna kuning kemerahan. Selain itu, suhu udara juga tidak terlalu dingin. Perlu di ingat, musim ini rawan rawan hujan dan angin kencang. Akibatnya, suhu udara  10 ̊C terasa seperti 5 ̊C. 
MUSIM DINGIN (NOVEMBER-FEBRUARI)
     Siberia jauh lebih indah saat tertutup salju, tapi  untuk menikmati keindahan itu kita harus siap menghadapi suhu udara yang sangat dingin dan timbunan salju yang tinggi. Pastikan untuk membawa pakaian dan perlengkapan untuk musim dingin dengan kualitas bagus. Asyiknya ke Siberia saat musim dingin adalah kita bisa mengikuti kegiatan-kegiatan outdoor yang unik seperti memancing di sungai atau danau yang membeku (ice fishing), dan naik kereta yang ditarik sekumpulan anjing (dog sleeding).

       Jika ingin ke pulau Olkhon, yang berada di tengah Danau Baikal, ada satu hal penting yang harus di perhitungkan. Hindari datang pada masa-masa peralihan dari musim gugur ke musim dingin. Pada masa peralihan tersebut air Danau Baikal sedang dalam masa perubahan wujud dari  cair menjadi es. Hindari pula saat peralihan dari musim dingin ke musim semi, yaitu saat es mulai mencair. Pada masa peralihan musim, transportasi ke dan dari pulau Olkhon tidak selalu tersedia. Lama durasi untuk melakukan perjalanan Trans Siberia tergantung dari pilihan kita. Apakah kita akan melakukan perjalanan langsung (nonstop) dari Moskow-Vladivostok/Vladivostok-Moskowatau akan berhenti (stop over) di kota-kota lainnya? Perjalanan langsung dari kota awal ke kota akhir memerlukan waktu selama enam hari. Jadi bayangkan, kita akan duduk, tidur, dan makan minum di kereta api selama enam hari! Kita juga tidak bisa mandi selama itu. Jika punya waktu sedikit lebih lama, kita bisa stop over di sala satu kota. Misalnya saja Irkutsk, kota terbesar di Siberia yang dekat dengan Danau Baikal. Bagi penyuka lokomotif, bisa berhenti sejenak di Novosibirsk yang memiliki museum lokomotif.

   Jalur utama Trans Siberia adalah rangkaian rel yang menghubungkan Moskow  dan Vladivostok. Jalur ini terbelah menjadi dua dikota Ulan Ude karena adanya tambahan jalur Trans Mongolia yang menghubungkan Rusia dengan Mongolia dan Tiongok. Di kota Chita jalur ini terbelah lagi karena adanya tambahan jalur Trans Manchuria yang menghubungkan Rusia dengan Tiongkok

Tiket
    Ada dua Tiket yang kita perlukan untuk melakukan perjalanan Trans Siberia. Pertama, tiket internasional untuk masuk dan keluar dari Rusia dan tiket yang kedua adalah tiket kereta api domestik. Salah satu Airline yang menawarkan rute penerbangan dari Jakarta ke Rusia adalah Vietnam Airlines. Walaupun harus transit di Ho Chi Minh City atau Hanoi, tapi harga tiketnya relative lebih murah. Pilihan lainnya adalah dengan non connecting flight lewat Hong Kong dengan maskapai Aeroflot atau S7. Masuk dan keluar Rusia tidak harus dengan pesawat karena Rusia adalah negara besar yang memiliki perbatasan darat dengan banyak negara lain. Jadi jika memiliki Visa untuk masuk ke negara-negara tetangganya, kita bisa cross border dengan kereta api, bus, taksi,  atau kendaraan lainnya. Selain itu, bisa juga dengan naik kapal feri, misalnya dari Korea, Jepang, atau Finlandia. Sebenarnya,  dari Rusia dapat melanjutkan perjalanan dengan kereta api ke negara-negara di Eropa seperti Estonia, Latvia, Lithuania, Jerman, Belanda, dan berakhir di inggris. Sebelum membeli tiket masuk dan keluar rusia, pastikan terlebih dahulu persyaratan yang dibutuhkan untuk mengajukan permohonan visa Rusia. Persyaratan ini dapat diakses diwebsite kedutaan Rusia di Negara kita tinggal karena masing-masing kedutaan memiliki aturan yang berbeda.

Pada umumnya, satu rangkaian kareta memiliki gerbong kelas satu, dua, dan tiga. Untuk kereta-kereta yang bagus yang masuk dalam kategori firmeny (umumnya bernomor satu digit) kebanyakan hanya memiliki gerbong kelas satu dan dua saja. Kereta yang kualitasnya di bawah firmeny, atau yang disebut skory, (umumnya bernomor dua digit) kebanyakan memiliki gerbong kelas satu, dua, dan tiga. Kareta yang kualitasnya paling rendah disebut passazhirky (umumnya bernomo tiga digit) kebanyakan hanya memiliki gerbong kelas dua dan tiga saja, tapi terkadang ada gerbong tambahan yang berisi kursi saja tanpa berth.

Berikut penjelasan dari setiap kelas tersebut:
   Gerbong 1 satu (spalny vagon),  spalnny vagon memiliki Sembilan kabit (compartment) yang masing-masing memiliki dua berth bawah. Berth kelas satu sangat empuk dan nyaman, jadi kita tidak memerlukan kasur tanbahan. Ada meja kecil diatara kedua berth.

Tiap berth memiliki lampu kaca masing-masing.toilet ada di salah satu ujung gerbong kereta. Setiap kabit terdapat dua celokan listrik 220 V. ada satu celokan listrik didinding luar toilet dan yang satu lagi disetiap toilet (dekat wastafel). Beberapa celokan terdapat di dindng lorong gerbong (posisinya agak di bawah).
Salah satu kereta jenis spalny vagon, krasnaya strela (Red Arrow) yang melayani rute moskowsaint Petersburg-moskow memiliki gerbong special. Di kereta ini ada kabit yang hanya berisi satu berth dan dua berth dengan toilet atau kamar mandi di dalam kabit

  Gerbong kelas 2 (kupe), kupe memiliki Sembilan kabit yang masing-masing memiliki empat berth: dan dua dibawah dan dua di atas.berth atas bisa dilipat dan di simpan menempel di dinding kabit, sementara yang di bawah bisa diangkat untuk membuka kontak penyimpanan di bawahnya.

 Sama seperti kelas satu,berth di kelas dua cukup empuk dan nyaman,jadi tidak perlu kasur tambahan.ada juga meja kecil diantara kedua berth. Masing-masing berth memiliki lampu kaca dan kotak penyimpanan kecil. Setiap kabit terdapat satu celokan listrik 220 V. selain itu, ada satu celokan listrik di dinding di luar toilet ;satu disetiap toilet (dakat wastafel);dan 2-3 di dinding gerbong lorong (posisinya agak dibawah
   Gerbong kelas 3 (platskartny),gerbong ini memiliki 54 berth tanpa kabit yang disusun Sembilan grup.masing-masing grup tersusun dari empat berth (dua diatas dan dua di bawah) yang posisinya melintang gerbong; dan dua berth (satu di atas dan satu dibawah) yang posisinya sejajar dengan gerbong (di sisi jendela). Tiap grup di pisahkan dengan dinding penyekat tanpa pintu. Berth atas bisa dilipat menempel di dinding kabit, tapi yang dibawah tidak bisa dilipat. Berth bawah hanya bisa diangkut untuk membuka kontak penyimpanan yang ada di bawahnya. Ada meja kecil diantara kedua berth bawah, yang posisinya melintang. Untuk berth bawah yang posisinya sejajar dengan kereta ,bagian tengahnya bisa diagkut dan di balik menjadikan meja.

  Berth di kelas tiga sangat keras, rasanya seperti jok mobol zaman dulu. Kalau mau di pakai untuk tidur, kita harus dengan kasur.saat tidak di pakai, kasur-kasur tersebut di gulung dan di simpan di ruang penyimpanan yang ada di atasberth atas. Saat ingin menggunakannya, penumpang bisa mengambl dan menatanya sendiri.jangan lupa, di rapikan kembali saat akan turun kereta. Penerangan hanya di dapat dari lampu- lampu yang ada di plafon gerbong.lampu ini hanya bisa dihidupkan dan dimatikan dari panel yang ada di kabit provodnitsa atau provodnik (train attendant). Hanya ada satu celokan listrik di dinding di luar taoilet, dan dua di dinding atau sekat dekat berth  nomor 41 dan 49 (yang ada di bawah di dekat jendela).
  Perbedaan harga tiap-tiap kelas untuk jenis kereta kira-kira seperti ini: harga tiket untuk kelas 2 sekitar dua kali lipat dari kelas 3. Harga tiket kelas satu dua kali lipat dari kelas dua, atau empat kali lipat dari kelas 3. Saat membeli tiket kelas 1 dan 2, kita dapat memilih apakah dapat termasuk makan (meal)atau tidak.
Untuk kelas 1, kita bisa memilih jenis makanan dan minuman yang di inginkan, di kelas 2, kita tida dapat memilih makanannya. Makanan yang di sediakan di kelas 2 biasa hanya berupa makanan ringan, seperti roti, biscuit, yogurt, permrn, plus air mineral.
Di kelas 3, tidak ada pilihan makanan dan minuman,tapi kadang-kadang ada provodnitsa (pro-vod-nik) yang “buka lapak”. Makanan ringan dan berbagai jenis minuman di tata di dekat samovar atau di dalam kabit mereka. Sekali-kali mereka akan berkeliling untuk menjajakan makanan dan minuman dagangannya. 

Visa
   Informasi terbaru mengenai persyaratan pengajuan permohonan visa Rusia bisa dilihat di website Kedutaan Rusia di negara tempat kita tinggal. Di bawah ini alamat Kedutaan Rusia yang ada di Indonesia:

  Ada tiga cara untuk mendapatkan visa support.
Dari hotel di Rusia tempat menginap
Dari website yang bekerja sama dengan agen tur di Rusia
Dari pengundang perorangan yang tinggal di Rusia

Asuransi Perjalanan
    Sebenarnya, saat mengajukan visa Rusia, WNI tidak diwajibkan untuk memiliki asuransi perjalankan, tetapi penulis pribadi selalu membeli asuransi perjalanan untuk setiap perjalanan keluar negeri. Salah satu tip dalam memilih asuransi perjalanan: pilihlah yang coverage-nya mencakup wilayah Rusia dan sesuai dengan tipe perjalanan yang kita lakukan. Selain itu, pahami dan bandingkan poin-poin apa  saja yang termasuk dalam perlindungan asuransi. Baca juga review tentang pelayanan (customer service) dan kemudahan mengklaim jika terjadi sesuatu.
Bagi penulis, yang harus di perhatikan adalah unlimited repatriation cost atau tidak ada batasan untuk biaya pemulangan ke negara asal. Ini untuk berjaga-jaga jika tiba-tiba sakit parah kecelakaan. Dengan unlimited repatriation cost, jika meninggal pun, proses pemulangan jenazah ke keluarga di Indonesia bisa lebih mudah.

Uang
  Saat pertama kali ke Rusia, Ana memiliki pengalaman buruk soal uang. Kartu ATM penulis tidak bisa di proses oleh mesin ATM bank-bank Rusia. Bank dan tempat penukaran juga tutup karena hari libur. Ana pun terpaksa puasa, walau hanya sehari, sampai bisa menukarkan uang di bank. Jadi, untuk perjalanan kali ini Ana memastikan kartu ATM bisa untuk transaksi diluar negeri; membawa uang dalam mata uang USD (dollar Amerika); dan menukar uang ke Ruble di tempat penukaran uang (money- changer) di Bandara Vladivostok.

Pakaian dan Perlengkapan
  Jenis pakaian yang perlu di bawa tergantung pada cuaca dan daya tahan tubuh terhadap suhu udara dingin. Selain itu tergantung apakah kita suka berganti pakaian agar di foto tida Cuma pakai yang itu-itu saja. Kalau Ana hanya bawa pakaian secukupnya saja karena pada dasarnya tidak terlalu peduli dengan style. Biasanya, kalau suhu dingin, Ana pakai jaket Down, lalu dilapisi dengan jaket anti air, Kalau mau lebih hangat lagi, saya pake fleece dan jaket down lalu dilapisi dengan jaket anti air.
  Oh iya, bagi yang suka minuman panas, bisa membawa gelas atau botol yang tahan panas. Gelas atau botol ini bisa dipakai untuk mengambil air panas dari samavor(dispenser) di kereta. Kita juga bisa membawa mangkuk dan sendok untuk menyeduh mi instan atau sereal.

  Mencari Teman Di Perjalanan Dan Di Rusia Sebelum melakukan perjalanan Trans Siberia yang pertama dulu, Ana mencari teman perjalanan melalui website Lonely Planet Thorn Tree Travel Forum (http://www.lonelyplanet.com/thorntree) dan juga website Couchsurfing. Dari kedua website tersebut, Ana tidak menemukan teman perjalanan karena jadwal yang tidak sama. Jadi, Ana benar-benar sendirian saat melakukan yang kedua pada saat itu. Walaupun sendirian, Ana tidak pernah merasa kesepian, hanya sempat merasa ketakutan karena harus tidur sendirian dikamar yang asing.
  Untuk mencari teman di Rusia, Ana menghubungi beberapa anggota Couchsurfing (www.couchsurfing.com) tiap-tiap ota yang di kunjungi. Selain menghubungi anggota couchsurfing Ana juga menghubungi teman-teman dari grup backpacker dunia. Jika sudah berusaha mencari teman, tapi tidak ada yang jadwalnya sama, jangan ragu dan bimbang karena di perjalanan akan bertemu dengan teman-teman baru.

Salinan Dokumen Dan Lapor Diri
  Salah satu kebiasaan Ana sebelum melakukan travelling dalam jangka waktu yang cukup lama adalah dengan memindai (scan) dokumen-dokumen penting seperti paspor; visa; kartu identitas; invitation letter; asuransi perjalanan dan asuransi perjalanan lainnya; kartu vaksinasi; serta data diri berikusst daftar nama yang bisa dihubungi dalam keadaan darurat. Dokumen-dokumen tersebut Ana simpan dalam CD. Selain itu, Ana juga mengirimkan lewat E-mail kepada dua sahabat Ana. Hal ini untuk berjaga-jaga jia terkena musibah, paling tidak sahabat tau detail asuransi Ana.

REGISTRASI VISA
  Peraturan mengenai tentang registrasi Visa bisa di dapatkan dari berbagai website agen tur. Sampai saat ini Ana masih belum bisa menemukan website resmi pemerintah Rusia yang membahas soal ini. Isinya kira-kira seperti ini: “Orang asing yang berada di Rusia lebih dari tujuh hari diwajibkan untuk meregister visanya melalui sponsor mereka dan harus dilakukan dalam waktu tujuh hari kerja setelah tanggal kedatangan di Rusia.


PERJALANAN
  Perjalanan ini merupakan bagian dari perjalanan panjang dari Singapura-Thailand-Tiongkok-Rusia-Inggris-Turki-Indonesia. Dari Beijing, Tiongkok, Ana terbang ke Vladivostok dengan maskapai Aeroflot yang dioperaikan oleh Aurora. Ana memilih, maskapai ini karena tiketnya paling murah dan ada penerbangan malam. Jadi begitu sampai di Vladivostok pada pagi hari, Ana langsung ke kota dan jalan-jalan.

Vladivostok-Khabarovsk
Kereta No. 351
 Selama perjalanan Vladivostok-Khabarovsk, Ana banyak mengunjungi Daya Tarik Wisata, Salah satunya adalah Vladivostok Fortress. Vladivostok Fortress adalah benteng-benteng yang di bangun sekitar akhir abad ke-19 untuk memperkuat system pertahanan setelah perang dengan jepang. Bagi yang suka kemiliteran pasti senang sekali mengunjungi tempat ini. Berbagai jenis meriam, Tank, dan senjata berat lainnya di pamerkan di ruang terbuka. Serta benda-benda penting dalam sejarah kemiliteran Vladivostok seperti senapan, pistol, granat, peralatan tempur,seragam, serta foto-fotokomandan perang. Sayangnya, semua keterangan ditulis dalam bahasa Rusia dan tidak ada pemandunya.

Khabarovsk
    Informasi tentang Khabarovsk bisa dibaca di website lonely planet di www.lonelyplanet.com/russia/russian-far-east/khabarovsk. Di khabarovsk Ana mengunjungi salah satu restoran tepatnya di ul. Dikopoltseva yang disebut Stolovaya yaitu semacam self service restaurant. Begitu masuk di stolovaya, kita akan melihat estalase untuk menyajikan makanan dan minuman.

Kereta No.001 (Rossiya)
(Khabarovsk-Chita)

  Setelah tiket dan paspor di cek oleh provodnitsa, Ana langsung naik ke gerbong dan mencari nomor berth sesuai yang tertera di tiket. Untuk perjalanan kali ini Ana mendapatkan tempat di gerbong kelas dua dengan berth atas karena berth bawah sudah habis. 

Chita
   Di chita Ana memutuskan untuk mencari komnata dlitelnogootdykha atau long rest room, yaitu kamar untuk istirahat di stasiun. Kamar ini bisa di sewa per jam dan harga sewanya juga beda-beda tergantung jenis kamar. Infirmasi tentang tempat-tempat wisata di chita bisa di lihat di www.visitrussia.com/citiesguide/chita/chita. Diseberang stasiun ada gereja ketedral berwarna biru muda dengan kubah-kubah “bawang” berwarna emas. Nama gereja ini adalah Catherdal Of  The Kazan Icon Of The Mother Of God.  Ana juga berjalan menyusuri pasar tradisional yang mirip dengan pasar tradisional di Khabarovsk, tapi jauh lebih kecil.

  Dari pasar Ana berjalan tak tentu arah menyusuri jalanan di area pemukiman penduduk. Disepanjang jalan masih banyak rumah kuno yang kondisinya cukup terawat.

KERETA NO. 77 
(CHITA-ULAN UDE)
GERBONG KELAS 3
   Berth Ana di kereta ini adalah nomor 39. Berth bawah, tapi di posisi yang sejajar dengan kereta. Berth nomor 39 dekat dengan toilet, tapi mau bagaimana lagi? Hanya berth itu yang tersisa.

ULAN UDE
  Ana memilih untuk menginap di Clean Hostel. Clean Hotel terletak di belakang stasiun utama Ulan Ude. Kalau dari stasiun , kira-kira hanya perlu jalan kaki sekitar tiga menit.  Tujuan utama Ana adalah ke Sagaan Morin Market, sepertinya ini adalah pasar tradisional indoor. Saat Ana sampai di sana, ternyata pasarnya masih tutup. Menurut yang tertempel di pintu utama, pasar ini buka setiap hari pukul 09.00. Namun, saat Ana sampai sudah pukul 09.05, tapi pasar masih sepi dan tidak ada tanda-tanda akan di buka.

Informasi  tentang tempat wisata lainnya di Ulan Ude bisa dilihat di www.uutravel.ru/en/ulan-ude-turistichesiy. 

KERETA NO. 081
(ULAN UDE-SLYUNDYANKA)
GERBONG KELAS 3

Di kereta, Ana bertemu dengan satu keluarga Buryat. Kedua anak laki-lakinya bisa berbahasa inggris dengan baik. Mereka tidak ikut naik kereta, tapi hanya mengantar dan membantu membawakan barang ibu dan adik perempuan mereka. Adik mereka adalah seorang yang berkebutuhan khusus  yang tidak berbicara dan mengatur motorik tangan dan kakinya. Alasan inilah yang  membuat mereka (yang bukan penumpang) diperbolehkan unuk naik ke gerbong. 
Sekitar 30 menit sebelum kereta sampai di stasiun slyudyanka, provodnitsa menghampiri saya. Dia meminta saya untuk bersiap turun dan membereskan berth. 

SLYUNDYANKA
  Pukul 21.09 tepat, kereta berhenti di stasiun Slyundyanka. Ana tidak menemukan hotel/hostel yang dekat situ, akhirnya Ana memutuskan untuk menginap lagi di Long Rest Room di stasiun kereta slyudyanka. Setelah menitip ransel, Ana berjalan menuju Danau Baikal. Stasiun slyudyanka letaknya hanya sekitar 50 meter dari tepi danau. Danau Baikal adalah terdalam di dunia. Dimusim dingin, permukaan air danau ini mengeras sehingga  membentuk lapisan es tebal dan bisa menahan beban berat.

KERETA NO. 005B
(SLYUDYANKA-IRKUTSK)
GERBONG KELAS 2
Kereta nomor 005B hanya berhenti dua menit di stasiun Slyudyanka. Jadi, begitu kereta melambat memasuki peron, Ana sudah siap membaca nomor-nomor gerbong. Mulai dari gerbong paling depan dan mengurut sampai menemukan nomor gerbong yang sesuai dengan tiket yang ia miliki. Begitu ketemu, Ana langsung tunjukan tiket ke provodnik (train attendant laki-laki) yang ramah sekali.
Interior kabin gerbong kelas 2 ini. Berbeda dengan gerbong 2 (hard sleeper) kereta rute Beijing-Moskow yang modern, kabin ini kesannya kuno. Dindingnya bermotif kayu dan berth-nya dilapisi bahan kulit berwarna merah marun.
Gerbong restoran hanya dua gerbong saja dari gerbong Ana. Interior gerbong restoran ini didominasi warna biru, mulai dari lantai, kursi, konter bar, gorden, taplak meja, sampai lap.

IRKUTSK
    Ana sampai di Irkutsk sekitar pukul 15.00. Di  Irkutsk Ana menginap di Hostel 3 Martryosky. Kalau malas jalan kaki, kita bisa naik trem dari depan stasiun (kata Ana). Ana memesan bed di kamar mix dorm atau kamar campuran antara pria dan wanita. Harga untuk per malam  adalah 450RUB(Rp101.250). Kamarnya bersih, Kasur dan bantalnya nyaman. Penghangat ruangnya juga berfungsi dengan baik. Hal ini membuat Ana sudah membayangkan bakal bisa tidur nyenyak nanti malam
Sore itu Ana dengan salah satu temannya  yaitu Ardin berjalan-berjalan ke beberapa tempat wisata yang dulu pernah Ana datangi. Pusat kota Irkutsk  benar-benar berubah. Lebih cantik, bersih dan tertata. Ana sampai tidak ingat kalau pernah ke pl. kirova, padahal dulu sempat nongkrong lama di square ini. Tempat-tempat yang masih terlihat sama adalah Bogoyavlensky Catherdal, Saviour’s Church, dan taman yang ada api abadinya. Informasi lebih lengkap tentang tempat-tempat wisata di Irkutsk bisa dilihat di www.visit-irkutsk.com. 

PULAU OLKHON
   Di pulau Olkhon Ana beserta kawan-kawannya mencari minivan yang nomor platnya sesuai dengan catatan kecil yang di berikan oleh sopir marshrutka dari Irkutsk. Jalan raya dari tempat penyeberangan ke Khuzir, desa terbesar di Pulau Olkhon.
Pukul 16.00 Ana dan Kawan-kawannya sudah mulai masuk desa Khuzir. Kebetulan Ana dan kawan-kawannya semua menginap di Nikita’s Homestead, penginapan yang paling terkenal di Desa Khuzir. Harga kamar di  Nikita’s Homestead di hitung per orang untuk satu malam. Masing-masing kamar bisa di isi dua orang, kalau ada yang ingin menempati kamar sendirian, maka harus menambah biaya tambahan sebesar 1.000RUB(Rp125.000)per malam. Resepsionis Nikita’s memberitahu bahwa setiap orang asing di Pulau Olkhon wajib untuk registrasi visa. Biaya untuk registrasi visa adalah 200RUB(Rp45.000). Sore itu Ana jalan-jalan sebentar untuk melihat Danau Baikal. Di musim apapun pemandangan Danau Baikal selalu indah. 
  Ivan bercerita bahwa perempuan di jaman dulu dii Pulau Olkhon sangat di batasi aktivitanya. “In the past , women were not allowed to look  at the rock,” (zaman dulu perempuan tidak boleh melihat batu itu) sambil menunjuk batu besar yang menjorok ke Danau Baikal. Ana melongo. Shamanisme memang masih kuat di pulau ini.

 IRKUTSK
   Ana dan kawan-kawan tiba di Irkutsk sekitar pukul 19.00. Ana menginap di hostel 3 Matryosky, hostel yang pernah Ana menginap pada tanggal 13-14 april 2016. 
Habis makan siang Ana, Ardi, Haris, dan Arif. Mereka menuju ul. Modniy Kvartal, jalan khusus untuk pejalan kaki yang di kanan dan kirinya banyak kafe dan toko-toko dengan bangunan yang cantik-cantik. Di ujung jalan itu ada patung harimau yang  menjadi mascot kota Irkustk. Mereka pun berfoto di depan patung itu. Ana bertanya ke mereka dimana bisa membeli souvenir dengaan harga murah. Mereka mengantar Ana ke toko langganannya di dekat situ. Penjaga tokonya mengenali mereka dan member Ana diskon 10% untuk souvenir bentuk sendok kecil yang Ana beli.  

KERETA NO. 069
(IRKUTSK-KRASNOYARKS)
GERBONG KELAS 3

   Untuk kedua kalinya Ana dapat berth di kelas 3 yang posisinya sejajar dengan kereta. Provodnitsa menghampiri saya untuk memberikan satu set line. Tidak lama dia kembali lagi dan minta untuk melihat tiket saya. Dia menjelaskan sesuatu dan mengambl linen yang tadi dia berikan. Ana pun bengong. Alasan mengapa Provodnitsa mengambil kembali linen milik Ana karena Ana belum membayar biaya sewa linen kata salah satu penumpang yang berada di sekitar situ. Tanpa berpikir panjang Ana membayar langsung ke provodnitsa  untuk menyewa linen. Dengan membayar sebesar  133RUB(Rp30.000).

KRASNOYARSK
   Ana sampai di Krasnoyarsk sekitar pukul 09.00. Dari berbagai artikel yang pernah Ana baca hamper semua menyebutkan kalau kota ini menarik untuk di kunjungi, tapi hanya memiliki sedikit tempat wisata. Bagi yang suka hiking dan wisata alam, bisa mengalokasikan waktu lebih lama untuk mengunjungi Stolby Nature Reserve. Di Krasnoyarks Ana menginap di Long Rest Room stasiun Krasnoyarks.

KERETA NO. 085
(KRASNOYARSK-NOVOSIBIRSK)
GERBONG KELAS 3

  Selama perjalanan dari Krasnoyarsk-Novosibirsk Ana berkenalan dengan Sammy, seorang mantan pilot helicopter yang pernah bekerja dengan tim PBB di Kongo, Karibia, dan Afghanistan. Obrolan mereka sempat terhenti ketika provodnik membagi linen.

NOVOSIBIRSK
    Sekitar pukul 08.00 Ana sampai di stasiun Novosibirsk Glavny, stasiun terbesar di Siberia. Di Novosibirsk Ana menginap di Hostel Dosoyevsky. Harga bed di dorm 10 beds memang hanya 270RUB(Rp60.000 per malam. Setelah check in resepsionis menunjukan lokasi toilet dan shower, dapur, mesin cuci, dan tempat untuk menjemur baju. Dia lalu mengantar Ana ke kamar dorm khusus wanita berisi 10 beds. “please take off your shoes before entering to room.”
    Di Novosibirsk, Ana banyak mengunjungi tempat-tempat wisata, salah satunya West Siberian Railway Museum yang letaknya dekat dengan stasiun Novosibirsk Glavny,, tepatnya di ul. Dmitriya Shamshurina nomor 39. Di West Siberian Railway Museum kita bisa melihat miniatur-miniatur lokomotif dan gerbong kereta, mulai dari yang kuno samapi yang modern. Selain itu, di pajang juga benda-benda bersejarah dalam perjalanan perkeretaapian di Siberia. Sayangnya, seperti Museum-museum lain di Siberia, tidak ada teks dalam bahasa inggris.

KERETA NO. 029
(NOVOSIBIRSK-EKATERINBURG)
GERBONG KELAS 3

  Baru beberapa menit kereta meninggalkan stasiun Novosibirsk Glavny, Ana di hampiri dua orang polisi. Jelas sekali kalau mereka mengincar Ana karena penumpang lain tidak ada yang di periksa identitasnya. Mereka meminta paspor dan kartu imigrasi Ana. Kalau ini terjadi dijalanan , Ana akan berikan fotokopi paspor saja karena menurut beberapa artikel banyak polisi gadungan ataau polisi beneran tapi hanya ingin “dapet duet” saja. Polisi memang berhak memeriksa dokumen kita, jadi kalau di kereta seperti Ana tidak punya alas an untuk memberikan fotokopi paspor saja.

EKATERINBURG
   Cuaca mendung menyambut ketika Ana sampai di Utama di Stasiun Utama Ekaterinburg (Sverdlovsk). Ana sudah memesan bed di 8 Women Hostel, hotel khusus perempuan yang katanya dekat dengan stasiun ploschad 1905 Goda.
Tempat wisata yang dikunjungi Ana yaitu Istorychesky Skver atau yang lebih dikenal dengan Plotinka. Plotinka berarti “bendungan kecil” karena ada bendungan yang membendung Sungai iset untuk mengairi Grodotskoy Prud (City Pond).
   Di sisi timur Plotinka ada Museum Of Architecture and Technology. Ditaman dekat gedung museum ini di pajang alat-alatpertambangan yang di gunakan pada abad ke-18 hingga perang dunia II. Bisa masuk ke gedung museum dengan membayar 200RUB(Rp45.000).

   Di sebelah utara Museum Of Architecture and Technology ada bangunan bersejarah lain, yaitu Water Tower, Monument Of Founders Of Ekaterinburg, dan Kapel St. Cathe-rine. Selain tempat wisata yang di sebut masih banyak lagi objek wisata yang Ana kunjungi. 

KERETA NO. 029
(EKATERINBURG-NIZHNY NOVGOROD)
GERBONG KELAS 3

   Kali ini Ana mendapatkan berth yang diidam-idamkan, yaitu di berth nomor 27. Posisi berth ini dekat dengan power point atau colokan listrik sehingga Ana bisa mengawasi kalau sedang mengisi ulang baterai Handphone sambil tiduran. Ini merupakan perjalanan kereta paling tenang (tidak berisik) yang pernah Ani jalani.

NIZHNY NOVGOROD
   Nizhny Novgorod atau sering disingkat dengan Nizhny adalah kota yang terletak di titik pertemuan dua sungai penting di Rusia, yaitu Sungai Volga dan Sungai Oka. Pusat kota Nizhny berada di sebelah timur Sungai Oka, sedangkan stasiun keretanya berada di sebelah barat Sungai Oka.
Di pusat kota Nizhny banyak Hostel ber-rating tinggi, tapi Ana memilih menginap di Friends Club Hostel yang berada di dekat stasiun.
  Rusia yang sekarang ini berbentuk federasi yang salah satu daerah subject federalnnya adalah Republik Tatarstan. Republik ini juga di pimpin oleh presiden. Penduduk Tatarstan atau yang di sebut orang Tatar, mayoritas pemeluk agama islam.
  Kazan memiliki Kremlin yang berbeda dengan kremlin Moskow dan Nizhny karena temboknya berwarna putih. Satu hal yang menarik dari Kremlin kazan adalah terdapat masjid besar yang di bangun di dalam area Kremlin yaitu Masjid Kul-Sharif. Pembangunan masjid didalam area  Kremlin dekaat dengaan gereja-gereja Orthodoks sebagaai symbol keharmonisan hubungan antara etnis Tatar dan etnis Rusia. Informasi tentang tempat-tempat wisata di Nizhny bisa di baca di www.nizhnynovgorod.com/tourism/sightseeing/city_sights/ 

KERETA NO. 705HA(STRIZH)
(NIZHNY NOVGOROD-VLADIMIR)
GERBONG KELAS 2

  Strizh adalah kereta cepat yang interior gerbongnya mirip seperti sapsan, kereta tercepat di Rusia. Tempat duduk di gerbong kelas 2 sangat nyaman. Provodnitsa-nya seperti pramugari pesawat, sangat professional dan bisa berbahasa inggris dengan baik. Perjalanan selama dua jam lima menit rasanya sebentar banget.

VLADIMIR
  Ana sampai di stasiun Vladimir pukul 12.55. Ana memutuskan untuk menginap di Hostel Dostoyevsky yang letaknya dekat sekali dengan stasiun.
Ana menyusuri jalan utama di pusat kota yaitu ul. Moskovskaya. Sebagian besar tempat wisata ada di sepanjang jalan ini seperti: gereja (St. Demetrius Catherdal dan Catherdal Of The Assumtion), museum (Museum of Gzhel; Museum of Gingerbread; Fairytale Museum Babusya-Yagusya; Historical Museum; dan Palaty Museum Complex), Monastery of the Nativity of the virgin, dan Golden Gate. Informasi tentang tempat-tempat wisata di Vladimir bisa di baca  di www.vladimir-russia.info/sights. 

KERETA  NO. 029
(VLADIMIR-MOSKOW)
GERBONG KELAS 3

  Moskow adaalah titik akhir (kalau dari timur ke barat) dari jaalur Trans Siberia sehingga semua penumpang yang mungkin sudah berhari-hari di kereta perlu membersihkan dan merapikan diri sebelum turun di Stasiun Yaroslavsky. Moskow adalah kota yang sangat besar. Stasiun keretaa apinya saja ada Sembilan, yaitu:  Yaroslavsky, Leningradsky, Kazansky, Belorusky, Kursky, Kievsky, Paveletsky, Rizhsky, dan Savyolovsky.

MOSKOW
   Ketika kereta melambat memasuki Stasiun Yarovslavsky, Ana memilih untuk duduk santai, menunggu penumpang lain turun duluan. Ana menghindari menghindari berdesak-desakan bukan hanya karena takut kecopetan, tapi jugaa khawatir di tabrak orang.
Untuk menghemat biaya naik metro Ana mebeli kartu (plastic) yang di sebut Troika seharga 50RUB(Rp11.250) dan bisa di isi ulang sesuai kebutuhan. Dengan kartu ini ongkos naik metro per trip hanya 32RUB(Rp7.200). Harganya jauh lebih murah dari pada membeli tiket satuan berupa kartu kertas berwarna merah dan ongkos per tripnya adalah 50RUB.
  Bagi penyuka fotografi  dan memiliki alat-alat fotografi professional sebainyak hindari untuk memotret stasiun metro dengan alat-alat seperti Tripod. Jika ingin memotret dengan alat-alat itu silahkan hubungi pihak berwenang untuk mengurus perijinan. Perjalanan Ana di Moskow di Handle oleh Tour guide, dimana setiap mereka mengunjungi suatu daya tarik wisata tour guide mereka selalu menjelaskan tentang daya tarik tersebu. Seperti: St. Basil’s Catherdal gereja yang sangat terkenal karena ke unikan bentuk dan warnanya;  Kremlin adalah tempat paling penting di Rusia. Dari tempat inilah para Tsar dan presiden Rusia mengatur negara; Lenin’s Mousoleum adalah tempat dimana jasad  bapak revolusi Rusia dimumikan;  Historical Museum bangunan berbata merah yang menyimpan benda-benda bersejarah dari jaman prasejarah hingga koleksi benda seni keluarga Romanof ini terletak di antara  Red Square dan Manezhnaya Square;  dan terakhir GUM (Glavny Universalniy Magazin) Kemegahan gedung dan nama toko-toko di pusat perbelanjaan.

  
 KERETA  NO. 002A
(MOSKOW-SAINT PETERSBURG)

 Ana tunjukkan tiket dan paspor ke provodnitsa setengah baya yang berdiri  di dekat gerbong nomor 3. “Number 9,” katanya ramah.  Interior kabin nomor 9 ini cantik sekali. Kursinya berwarna merah; kain gorden yang menghadap jendela berwarna merah; sedangkan yang menghadap kabin berwarna krem; dan taplaak mejanya di hiasi bordir insial KC. Dalam alfabet  Cyrillic, huruf /C/ ditulis /S/ dalam alfabet latin.

SAINT PETERSBURG
   Pukul 07.55 kereta Krasnaya Strela sampai di Stasiun Moskovsky, St. Petersburg. Inilah akhir perjalanan panjang Ana dari Vladivostok. Informasi lebih lengkap tentang tempat-tempat wisata di St Petersburg bisa dibaca di www.visit-petersburg.ru/en 
  Jalan-jalan di pusat kota St. Petersburg seperti jalan-jalan di kota-kota di Eropa barat seperti Berlin, Brussels, Paris, dan Milan. Oleh Peter The Great, kota ini memang di rancang agar bisa bersaing dengan kota-kota Eropa lain. Dia bahkan mendatangkan arsitek-arsitek dari Italia, Prancis, dan negara-negara Eropa lainnya untuk merancang bangunan-bangunan dan monument-monumen penting di kota ini 

  Selain arsitektur, gaya berpakaian orang-orang St. Petersburg juga berbeda dengan orang-orang di kota-kota Rusia lainnya. Mereka jauh lebih kasual, seperti gaya berpakaian orang-orang di negara-negara Eropa Barat. Perempuan-perempuan Rusia di kota lainnya yang suka memakai jaket formal, celana ketat, sepatu boots, dan menenteng Handbag. Kalau di St. Petersburg, Ana melihat banyak yang memakai sneakers (sepatu olahraga), jeans, kaus dan jaket casual atau sweater. Mereka juga memakai sling bag biasa, bahkan banyak juga yang membawa tas punggung.

  Di Buku Jelajah Rusia dengan Trans Siberia ini sangatlah menarik dan tidak akan membuat pembaca merasa bosan untuk mrembacanya. Dengan menceritakan tentang kisah selama di kereta, di tambah juga ulasan mengenai kota-kota tersebut, membuat pembaca ingin membacanya berulang kali. Buku ini sangat cocok untuk kalian para Traveller yang ingin menelajahi Negara yang memiliki empat musim ini. Di buku Jelajah Rusia dengan Trans Siberia ini, kita di ajak untuk jalan-jalan keliling Rusia. Mulai dari Vladivostok, Khabarovsk, Chita, Ulan Ude, Slyudyanka, Lake Baikal (Olkhon Island), Krasnoyarsk, Novosibirsk, Ekaterinburg, Nizhny Novgorod, Vladimir, Moskow, hingga St. Petersburg. 
 Didalam Buku ini juga berisi informasi mengenai hal-hal yang perlu di persiapkan seperti: pemilihan waktu dan rute, visa support, cara pembelian tiket,  dan ketentuan untuk registrasi visa. Lewat buku ini, rasakan perjalanan di Rusia dengan Trans Siberia! 
 Tapi yang membuat saya bingung bagaimana kalau para travellernya muslim, selama saya membaca buku ini tidak ada pemberian informasi mengenai wisata kuliner yang bisa membuat traveler muslim/muslimah tidak ragu akan mendatangi Rusia. Karena sebagian dari para traveler itu akan betah apabila dengan makanan yang ada di negara yang mereka kunjungi apalagi kalau travelernya Muslim/muslimah.

 Ya teman-teman sampai disini dulu informasinya, Semoga dengan hasil Review  ini bisa bermanfaat  walaupun tidak semua informasi yang ada di Rusia tidak di review. 

 Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh...

6 komentar:

REVIEW BUKU JELAJAH RUSIA dengan TRANS SIBERIA

Judul: Jelajah Rusia dengan Trans Siberia Penulis Buku: Kurniawati Setianingrum ISBN: 978-602-455-169-8 Penyunting: Maryina Arya...